Sejarah Lengkap Penemuan dan Penggunaan Uang

Money

Uang telah menjadi bagian hidup manusia. Kita semua butuh uang untuk memenuhi hajat kehidupan sehari-hari. Tapi agaknya kita sering lupa tentang asal muasalnya. Kapan sebenarnya uang pertama kali hadir dalam kehidupan manusia?

Jack Weatherford dalam bukunya “The History of Money” (1997) mengatakan penemuan uang pertamakali di negeri Lidya kawasan Yunani kuno sekitar 1000 tahun sebelum Masehi. Sementara Donald B Calne dalam bukunya “Rationality and Human Behavior” (1999) asal mula uang sudah ada 6000 tahun lalu.
  
Tapi menurut Donald, mata uang sungguhan yang tertua ditemukan di Turki sekitar 2.700 tahun yang lalu. Perbedaan pendapat itu sebenarnya tidak mengherankan, mengingat definisi tentang uang itu sendiri hanya alat tukar.

Kita tahu, masyarakat Yunani Kuno 6000 tahun yang lalu sudah saling menukar barang di pasar-pasar dengan benda. Bangsa Aztec misalnya, biji kakao yang ada di dalam buah cokelat sebagai alat tukar. Dengan biji itu orang bisa membeli buah-buahan dan sayur-mayur, pakaian, alat pertanian, bahkan bisa membeli perhiasan emas, perak dan lain-lain. Sebenarnya agak sulit menyebut apa itu uang.

Sebab, bila suatu benda dan suatu alat bayar bernama sama bisa jadi benda itu disebut uang. Benda kecil seperti manik-manik dan kulit kerang jika digunakan sebagai alat tukar pun bisa disebut uang. Tapi agaknya, kita semua setuju uang yang sungguh-sungguh uang biasa disebut dengan koin dan kertas. Pertama kali uang koin ditemukan penghujung millennium ketiga SM di Mesopotamia.

Bentuknya seperti tablet yang terbuat dari lempung kemudian dibentuk koin, bertuliskan huruf paku. Lalu beberapa puluh tahun kemudian mata uang bangsa Mesopotamia berubah memakai koin perak.Melalui fase sejarah yang berliku dalam ribuan tahun, uang berubah dalam bentuk lain. Setelah ada koin perak, perunggu, emas, tembaga lahirlah uang kertas, tentu saja kertas klasik.

Pertamakali muncul di Cina. Penemunya Ts’ai Lun yang hidup di negeri kuno sekitar abad kedua Masehi. Lun konon membuat kertas pertama dari kulit kayu pohon murbei yang daunnya sebagai pakan ulat untuk industri sutra Cina . Sejarah yang lain mengatakan, jauh sebelum Lun orang Mesopotamia juga sudah pernah membuat uang kertas. Namun berulangkali gagal karena bahan baku yang dipakai tidak sekuat bahan yang digunakan Lun.

Di Cina pada jaman kaisar Tsing 300 tahun sebelum Lun juga pernah dicoba oleh pegawai kerajaan. Namun kandas sebab bahan bakunya mudah sobek. Baru setelah tahu bahwa Lun menemukan kulit kayu murbei adalah bahan yang kuat, dan Lun sendiri berhasil membuktikan bahan itu layak menjadi bahanbaku mata uang, akhirnya para birokrat kerajaan Cina memproduksi mata uang kertas pertama di dunia. Uang kertas cukup lama beredar di Cina dan di negeri lain tetap memakai uang koin. Baru setelah Marcopolo singgah ke Cina pada abad ke-13, bangsa lain mengenal uang kertas dan meniru kreasi bangsa Cina itu. 

Uang koin maupun uang kertas tetap digunakan sebagai alat transaksi pada berbagai mata uang di seluruh penjuru dunia. Keduanya masuk kategori uang tradisional, sebab kini kita sudah mendapatkan uang dalam bentuk baru, yakni uang elektronik. Uang elektronik banyak bentuknya ketimbang uang koin maupun uang kertas. Kita mengenal istilah uang dalam beberapa jenis, seperti e-cash, e-money, cyber cash, DigiCash, cyberbuck, dan entah berapa banyak lagi.

Jack Weatherford mengatakan, “uang elektronik menyerupai bentuk-bentuk uang primitif yang beraneka ragam-kulit kerang cowrie, gigi binatang, dan manik-manik.” Uang elektronik yang kini beredar sebagai alat transaksi melalui pasar maya (internet) menjanjikan perluasan peranan uang dalam masyarakat daripada uang koin dan kertas. Sejalan dengan modernisasi dan kemajuan teknologi dalam pasar global, fungsi uang tidak lagi sebagai alat tukar semata. Uang juga menjadi bagian dari komoditi yang sangat menjanjikan keuntungan para spekulan valas. 

Sudah duapuluh lima abad lebih manusia hidup dengan uang. Selama itu pula kehidupan manusia dipenuhi perebutan uang. Dulu, berbagai mitologi dan sastra Barat meriwayatkan kebahagiaan dan penderitaan manusia dalam proses perolehan dan kehilangan uang dalam jumlah besar. Tapi kisah tinggal kisah, manusia tetap hidup dan butuh uang; dan selama itu pula berbagai tragedi maupun kisah kemanusiaan akan selalu berurusan dengan uang.
Sejarah Penemuan dan Penciptaan Satuan uang "RUPIAH"

Kata “rupiah” berasal dari perkataan “Rupee”, satuan mata uang India. Indonesia telah menggunakan mata uang Gulden Belanda dari tahun 1610 hingga 1817. Setelah tahun 1817, dikenalkan mata uang Gulden Hindia Belanda. Mata uang rupiah pertama kali diperkenalkan secara resmi pada waktu Pendudukan Jepang sewaktu Perang Dunia ke-2, dengan nama rupiah Hindia Belanda. Setelah berakhirnya perang, Bank Jawa (Javaans Bank, selanjutnya menjadi Bank Indonesia) memperkenalkan mata uang rupiah jawa sebagai pengganti.

Mata uang gulden NICA yang dibuat oleh Sekutu dan beberapa mata uang yang dicetak kumpulan gerilya juga berlaku pada masa itu. Sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan Rupiah sebagai mata uang kebangsaannya yang baru. Kepulauan Riau dan Irian Barat memiliki variasi rupiah mereka sendiri tetapi penggunaan mereka dibubarkan pada tahun 1964 di Riau dan 1974 di Irian Barat.

Krisis ekonomi Asia tahun 1998 menyebabkan nilai rupiah jatuh sebanyak 35% dan membawa kejatuhan pemerintahan Soeharto. Rupiah merupakan mata uang yang boleh ditukar dengan bebas tetapi didagangkan dengan pinalti disebabkan kadar inflasi yang tinggi.

Satuan di bawah rupiah
Rupiah memiliki satuan di bawahnya. Pada masa awal kemerdekaan, rupiah disamakan nilainya dengan gulden Hindia Belanda, sehingga dipakai pula satuan-satuan yang lebih kecil yang berlaku di masa kolonial.

Berikut adalah satuan-satuan yang pernah dipakai namun tidak lagi dipakai karena penurunan nilai rupiah menyebabkan satuan itu tidak bernilai penting.
*sen, seperseratus rupiah (ada koin pecahan satu dan lima sen)
*cepeng, hepeng, seperempat sen, dari feng, dipakai di kalangan Tionghoa
peser, setengah sen
*pincang, satu setengah sen
*gobang atau benggol, dua setengah sen
*ketip/kelip/stuiver (Bld.), lima sen (ada koin pecahannya)
*picis, sepuluh sen (ada koin pecahannya)
*tali, seperempat rupiah (25 sen, ada koin pecahan 25 dan 50 sen)
Terdapat pula satuan uang, yang nilainya adalah sepertiga tali.
Satuan di atas rupiah
Terdapat dua satuan di atas rupiah yang sekarang juga tidak dipakai lagi.
ringgit, dua setengah rupiah (pernah ada koin pecahannya) kupang, setengah ringgit

PENEMU UANG DI DUNIA
Uang di temukan pertama kali di beberapa tempat/Negara,yaitu:
1.Mesopotania,milenium ketiga SM
2.Turki,4000 SM
3.Amerika Serikat,oleh Donald B.Calue, 1000 SM
4.Indonesia- 800 SM
5.Yunani,oleh Croesus,560-546 SM
6.China,oleh Ts’ai Lun,200 SM
7.Libya,100 SM


Lalu akhirnya uang pun berkembang di berbagai Negara-negara di dunia,dan menjadikan berbagai macam mata uang beredar sampai sekarang.
Sejarah Bank Dunia dan Bank Indonesia
Sejarah Bank Dunia dan Bank IndonesiaBank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang. Sedangkan menurut undang-undang perbankan[3] bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Industri perbankan telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Industri ini menjadi lebih kompetitif karena deregulasi peraturan. Saat ini, bank memiliki fleksibilitas pada layanan yang mereka tawarkan, lokasi tempat mereka beroperasi, dan tarif yang mereka bayar untuk simpanan deposan. Kata bank berasal dari bahasa Italia banque atau Italia banca yang berarti bangku. Para bankir Florence pada masa Renaissans melakukan transaksi mereka dengan duduk di belakang meja penukaran uang, berbeda dengan pekerjaan kebanyakan orang yang tidak memungkinkan mereka untuk duduk sambil bekerja.

Bank pertama kali didirikan dalam bentuk seperti sebuah firma pada umumnya pada tahun 1690, pada saat kerajaan Inggris berkemauan merencanakan membangun kembali kekuatan armada lautnya untuk bersaing dengan kekuatan armada laut Perancis [7] akan tetapi pemerintahan Inggris saat itu tidak mempunyai kemampuan pendanaan kemudian berdasarkan gagasan William Paterson yang kemudian oleh Charles Montagu direalisasikan dengan membentuk sebuah lembaga intermediasi keuangan yang akhirnya dapat memenuhi dana pembiayaan tersebut hanya dalam waktu duabelas hari.[8]

Sejarah mencatat asal mula dikenalnya kegiatan perbankan adalah pada zaman kerajaan tempo dulu di daratan Eropa. Kemudian usaha perbankan ini berkembang ke Asia Barat oleh para pedagang. Perkembangan perbankan di Asia, Afrika dan Amerika dibawa oleh bangsa Eropa pada saat melakukan penjajahan ke negara jajahannya baik di Asia, Afrika maupun benua Amerika. Bila ditelusuri, sejarah dikenalnya perbankan dimulai dari jasa penukaran uang. Sehingga dalam sejarah perbankan, arti bank dikenal sebagai meja tempat penukaran uang. Dalam perjalanan sejarah kerajaan pada masa dahulu penukaran uangnya dilakukan antar kerajaan yang satu dnegan kerajaan yang lain. Kegiatan penukaran ini sekarang dikenal dengan nama Pedagang Valuta Asing (Money Changer).

Kemudian dalam perkembangan selanjutnya, kegiatan operasional perbankan berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang atau yang disebut sekarang ini kegiatan simpanan. Berikutnya kegiatan perbankan bertambah dengan kegiatan peminjaman uang. Uang yang disimpan oleh masyarakat, oleh perbankan dipinjamkan kembali kepada masyarakatyang membutuhkannya. Jasa-jasa bank lainnya menyusul sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

Bank Indonesia (BI, dulu disebut De Javasche Bank) adalah bank sentral Republik Indonesia. Sebagai bank sentral, BI mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.

Untuk mencapai tujuan tersebut BI didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya. Ketiga bidang tugas ini adalah menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia. Ketiganya perlu diintegrasi agar tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dapat dicapai secara efektif dan efisien.

BI juga menjadi satu-satunya lembaga yang memiliki hak untuk mengedarkan uang di Indonesia. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya BI dipimpin oleh Dewan Gubernur. Untuk periode 2008-2013, Darmin Nasution menjabat posisi sebagai Gubernur BI menggantikan Boediono yang menjadi Wakil Presiden.

Pada 1828 De Javasche Bank didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai bank sirkulasi yang bertugas mencetak dan mengedarkan uang. Tahun 1953, Undang-Undang Pokok Bank Indonesia menetapkan pendirian Bank Indonesia untuk menggantikan fungsi De Javasche
<p>Your browser does not support iframes.</p>
Bank sebagai bank sentral, dengan tiga tugas utama di bidang moneter, perbankan, dan sistem pembayaran. Di samping itu, Bank Indonesia diberi tugas penting lain dalam hubungannya dengan Pemerintah dan melanjutkan fungsi bank komersial yang dilakukan oleh DJB sebelumnya.

Pada tahun 1968 diterbitkan Undang-Undang Bank Sentral yang mengatur kedudukan dan tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral, terpisah dari bank-bank lain yang melakukan fungsi komersial. Selain tiga tugas pokok bank sentral, Bank Indonesia juga bertugas membantu Pemerintah sebagai agen pembangunan mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup rakyat. Tahun 1999 merupakan Babak baru dalam sejarah Bank Indonesia, sesuai dengan UU No.23/1999 yang menetapkan tujuan tunggal Bank Indonesia yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

Pada tahun 2004, Undang-Undang Bank Indonesia diamandemen dengan fokus pada aspek penting yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan wewenang Bank Indonesia, termasuk penguatan governance. Pada tahun 2008, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.2 tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No.23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem keuangan. Amandemen dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan perbankan nasional dalam menghadapi krisis global melalui peningkatan akses perbankan terhadap Fasilitas Pembiayaan Jangka Pendek dari Bank Indonesia.

Babak baru dalam sejarah Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang independen dimulai ketika sebuah undang-undang baru, yaitu UU No. 23/1999 tentang Bank Indonesia, dinyatakan berlaku pada tanggal 17 Mei 1999. Undang-undang ini memberikan status dan kedudukan sebagai suatu lembaga negara independen dan bebas dari campur tangan pemerintah ataupun pihak lainnya. Sebagai suatu lembaga negara yang independen, Bank Indonesia mempunyai otonomi penuh dalam merumuskan dan melaksanakan setiap tugas dan wewenangnya sebagaimana ditentukan dalam undang-undang tersebut. Pihak luar tidak dibenarkan mencampuri pelaksanaan tugas Bank Indonesia, dan Bank Indonesia juga berkewajiban untuk menolak atau mengabaikan intervensi dalam bentuk apapun dari pihak manapun juga.

Untuk lebih menjamin independensi tersebut, undang-undang ini telah memberikan kedudukan khusus kepada Bank Indonesia dalam struktur ketatanegaraan Republik Indonesia. Sebagai Lembaga negara yang independen kedudukan Bank Indonesia tidak sejajar dengan Lembaga Tinggi Negara. Disamping itu, kedudukan Bank Indonesia juga tidak sama dengan Departemen, karena kedudukan Bank Indonesia berada diluar Pemerintah. Status dan kedudukan yang khusus tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai otoritas moneter secara lebih efektif dan efisien.

Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya.


Perkembangan selanjutnya mengahadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Akibatnya muncullah sistem barter', yaitu barang yang ditukar dengan barang.

Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini. Di antaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya. Untuk mengatasinya, mulailah timbul pikiran-pikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar. Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generally accepted), benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik), atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari; misalnya garam yang oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat sampai sekarang; orang Inggris menyebut upah sebagai salary yang berasal dari bahasa Latin salarium yang berarti garam.

Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada. Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai pecahan sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan (storage), dan pengangkutan (transportation) menjadi sulit dilakukan serta timbul pula kesulitan akibat kurangnya daya tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur atau tidak tahan lama.

Kemudian muncul apa yang dinamakan dengan uang logam. Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan. Logam yang dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan perak. Uang logam emas dan perak juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money). Artinya, nilai intrinsik (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut). Pada saat itu, setiap orang berhak menempa uang, melebur, menjual atau memakainya, dan mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam.

Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul kesulitan ketika perkembangan tukar-menukar yang harus dilayani dengan uang logam bertambah sementara jumlah logam mulia (emas dan perak) sangat terbatas. Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar sehingga diciptakanlah uang kertas

Mula-mula uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai alat/perantara untuk melakukan transaksi. Dengan kata lain, uang kertas yang beredar pada saat itu merupakan uang yang dijamin 100% dengan emas atau perak yang disimpan di pandai emas atau perak dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh dengan jaminannya. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat tidak lagi menggunakan emas (secara langsung) sebagai alat pertukaran. Sebagai gantinya, mereka menjadikan 'kertas-bukti' tersebut sebagai alat tukar.

Sejarah uang sejak ribuan tahun. Pengetahuan tentang pengumpulan mata uang adalah studi ilmiah uang dan sejarahnya dalam segala bentuknya.

Banyak artikel telah digunakan sebagai uang komoditas seperti logam mulia alami langka, cowrie, barley, mutiara, dll, serta banyak hal lainnya yang dipandang sebagai memiliki nilai.

uang Modern (dan uang lama) pada dasarnya adalah tanda - abstraksi dengan kata lain, sebuah. Kertas mata uang mungkin merupakan jenis yang paling umum saat ini uang fisik. Namun, benda-benda emas dan perak memiliki sifat penting banyak uang.

Non-moneter tukar: barter dan hadiah
Berlawanan dengan konsepsi populer, tidak ada bukti dari masyarakat atau ekonomi yang bergantung terutama pada barter. Sebaliknya, masyarakat non-moneter dioperasikan sebagian besar di bawah prinsip-prinsip ekonomi hadiah. Ketika barter benar-benar terjadi, itu umumnya antara dua orang asing, atau musuh yang potensial.

Dengan barter, seseorang dengan objek material nilai, sebagai ukuran butiran, langsung bisa pertukaran objek untuk objek lain dianggap memiliki nilai yang sama, seperti binatang kecil, pot tanah liat atau alat. Kemampuan untuk melakukan transaksi sangat terbatas karena bergantung pada beberapa kebetulan inginkan. Penjual foodgrains harus mencari pembeli yang ingin membeli gandum dan juga bisa menawarkan sesuatu sebagai imbalan, penjual ingin membeli. Tidak ada media pertukaran umum di mana penjual dan pembeli dapat mengubah barang-barang yang bisa diperdagangkan mereka. Tidak ada standar yang dapat diterapkan untuk mengukur nilai relatif dari berbagai barang dan jasa.

Dalam perekonomian hadiah, barang dan jasa yang berguna secara teratur diberikan tanpa persetujuan eksplisit untuk hadiah atau masa depan (yaitu tidak ada formal pound pro quo). Idealnya, simultan atau rutin memberikan berfungsi untuk mengedarkan dan mendistribusikan barang-barang berharga dalam masyarakat.

Ada beberapa teori tentang ekonomi sosial hadiah. Beberapa melihat sumbangan sebagai bentuk altruisme timbal balik. Interpretasi lain adalah bahwa status sosial diberikan sebagai imbalan untuk "hadiah". Perhatikan, misalnya, pembagian makanan di beberapa masyarakat pemburu-pengumpul, dimana berbagi makanan adalah suatu perlindungan terhadap kegagalan mencari makan sehari-hari setiap individu. Kebiasaan ini mungkin mencerminkan altruisme, dapat menjadi bentuk asuransi informal, atau dapat membawa dengan itu status sosial atau keuntungan lainnya.

Munculnya uang
peradaban Mesopotamia mengembangkan ekonomi yang didasarkan pada komoditas uang skala besar. Orang Babel dan negara-negara tetangga mereka kota kemudian mengembangkan sistem pertama ekonomi daripada yang kita pikirkan saat ini dalam hal aturan tentang utang, hukum kontrak dan kode hukum yang berkaitan dengan praktek-praktek komersial dan milik pribadi . Uang itu bukan hanya penampilan, itu adalah sebuah kebutuhan.

Kode Kode Hammurabi UU ca terbaik diawetkan kuno, telah dibuat. 1760 SM (kronologi tengah) di Babel kuno. Hal ini diadopsi oleh raja Babel keenam, Hammurabi. Sebelumnya koleksi hukum termasuk Kode Ur-Nammu, raja Ur (ca. 2050 SM), Kode Eshnunna (ca. 1930 SM) dan Kode Lipit-Ishtar dari Isin (sekitar 1870 sebelum JC). Kode-kode hukum formal peranan uang dalam masyarakat sipil. Mereka memperbaiki jumlah bunga atas utang ... denda untuk 'malpraktik' ... dan kompensasi moneter untuk pelanggaran hukum formal.

The Shekel referensi untuk sebuah unit kuno berat dan mata uang. Penggunaan pertama istilah ini berasal dari Mesopotamia sekitar 3000 SM. dan kembali ke massa jenis jelai yang nilai-nilai lain yang terkait dalam metrik tembaga dll seperti perak, jelai perunggu, / syikal pada awalnya kedua unit dan satu unit mata uang berat, karena pound sterling awalnya unit denominasi massa satu pon perak.

Dengan tidak adanya alat tukar, masyarakat non-moneter dioperasikan sebagian besar di bawah prinsip-prinsip ekonomi hadiah.

komoditas uang

Barter memiliki beberapa masalah, termasuk bahwa itu memerlukan suatu "kebetulan inginkan." Misalnya, jika seorang petani gandum membutuhkan apa petani menghasilkan buah-buahan, pertukaran langsung adalah mustahil untuk buah musiman akan merusak sebelum panen. Salah satu solusinya adalah untuk perdagangan buah dari gandum secara tidak langsung oleh komoditas, ketiga "menengah",: buah dipertukarkan untuk produk setengah jadi ketika buah matang. Jika ini komoditas menengah tidak menuntut binasa dan dapat diandalkan sepanjang tahun (misalnya tembaga, emas, atau anggur), maka dapat ditukar dengan gandum setelah panen. Fungsi dari komoditas menengah sebagai penyimpan nilai dapat dibakukan dalam uang komoditas umum, mengurangi kebetulan ingin masalah. Dengan mengatasi keterbatasan barter sederhana, uang komoditi membuat pasar di semua lain yang lebih likuid.

Banyak kebudayaan di seluruh dunia kemudian mengembangkan penggunaan uang komoditas. Kuno China dan Afrika yang digunakan cowrie. Perdagangan dalam sistem feodal Jepang didirikan pada koku - unit beras per tahun. syikal ini adalah unit kuno berat dan mata uang. Penggunaan pertama istilah ini berasal dari Mesopotamia sekitar 3000 SM dan disebut berat tertentu jelai, nilai-nilai lain dalam metrik tembaga dll seperti perak, jelai perunggu, / syikal berada di awalnya kedua unit mata uang dan satuan berat.

Dimana perdagangan umum, sistem barter biasanya memimpin cukup cepat untuk beberapa produk utama disebabkan kebajikan uang . Di koloni Inggris awal New South Wales, rum muncul cukup segera setelah penyelesaian bahwa produk-produk pasar uang paling banyak. Ketika suatu negara merupakan mata uang tanpa sering mengadopsi mata uang asing. Dalam penjara di mana uang konvensional dilarang, sangat umum untuk rokok untuk mengambil kualitas moneter, dan sepanjang sejarah, emas telah membuat fungsi moneter tidak resmi.

standar mata uang

Secara historis, logam, jika ada, umumnya telah menguntungkan untuk digunakan sebagai uang-proto pada produk seperti sapi, cowrie, atau garam, karena mereka berdua tahan lama, portabel, dan mudah dibagi. Penggunaan emas sebagai proto-uang telah ditelusuri kembali ke milenium keempat SM ketika orang Mesir digunakan emas batangan dengan berat didefinisikan sebagai alat tukar, seperti yang telah dilakukan sebelumnya di Mesopotamia dengan bar perak. Penguasa pertama yang telah resmi didirikan standar untuk bobot dan uang Pheidon . Koin pertama dicap (ditandai dengan otoritas dalam bentuk gambar atau kata-kata) dapat dilihat di Perpustakaan Nasional di Paris. Ini adalah stater dari elektrum sepotong kura-kura, ditemukan di pulau Aegina. Ini bagian yang luar biasa tanggal sekitar 700 SM . koin elektrum juga diperkenalkan sekitar 650 SM di Lydia.

Koin telah banyak diadopsi di seluruh Ionia dan Yunani daratan selama abad ke-6 SM, akhirnya menimbulkan SM Kekaisaran Athena pada abad ke-5, dominasi daerah melalui ekspor mereka keping perak, ditambang di selatan Attica dan Thorikos Laurion. Sebuah penemuan utama dari perak di vena Laurion di 483 SM menyebabkan ekspansi besar militer armada Athena. bersaing standar koin pada waktu itu dikelola oleh Phocaea Mytilene dan bagian penggunaan elektrum; Aegina digunakan perak.

Ini adalah penemuan batu ujian yang membuka jalan bagi mata uang berbasis komoditas dan koin logam. logam lunak dapat diuji untuk kemurnian batu ujian, untuk cepat menghitung total kandungan logam menjadi satu. Emas adalah logam lunak, yang juga sulit untuk menemukan, padat, dan storable. Akibatnya, emas moneter menyebar sangat cepat dari Asia Kecil, di mana ia mendapat dipakai secara luas di seluruh dunia.
Menggunakan sistem tersebut masih diperlukan beberapa langkah dan perhitungan matematis. Batu ujian untuk memperkirakan jumlah emas di suatu paduan, yang kemudian dikalikan dengan berat menemukan jumlah emas dalam satu potong. Untuk memfasilitasi proses ini, konsep mata uang standar diperkenalkan. Kamar telah dipra-ditimbang dan pra-paduan, selama produsen itu menyadari asal koin, tidak menggunakan batu ujian diwajibkan. Koin yang dicetak oleh pemerintah secara umum dalam proses hati-hati dilindungi, dan kemudian dicap dengan lambang yang dijamin berat dan nilai logam. Namun itu sangat umum bagi pemerintah untuk berpendapat bahwa nilai dana tersebut adalah lambang, dan dengan demikian semakin mengurangi nilai mata uang dengan menurunkan kandungan logam mulia.

Meskipun emas dan perak telah umum digunakan untuk koin, logam lain dapat digunakan. Sebagai contoh, Sparta kuno koin dilebur dari besi untuk mencegah warga dari terlibat dalam perdagangan luar negeri. Pada awal abad ketujuh belas Swedia tidak memiliki logam yang lebih mulia dan jika "piring uang" produk, yang lembaran besar dari tembaga sekitar 50 cm atau lebih panjang dan lebar, tepat cap dengan indikasi nilai.
bagian dari logam mulia memiliki keuntungan menghasilkan nilai dalam koin sendiri - di sisi lain, mereka diinduksi manipulasi: pemotongan bagian dalam upaya untuk mendapatkan dan mendaur ulang logam mulia. Sebuah masalah besar adalah co-eksistensi simultan emas, perak dan koin tembaga di Eropa. Inggris dan Spanyol nilai pedagang emas lebih dari koin perak, seperti banyak dari tetangga mereka lakukan, yang menyatakan bahwa orang Inggris Guinea koin emas yang berisi mulai bangkit melawan mahkota perak Inggris yang berbasis di tahun 1670 dan 1680. Oleh karena itu, uang itu akhirnya dihapus ke Inggris untuk meragukan jumlah emas masuk ke dalam negeri dengan kecepatan yang ada saham negara lain Eropa. Efek ini diperparah dengan para pedagang Asia tidak berbagi apresiasi emas sekaligus Eropa -. Emas dan perak meninggalkan Asia meninggalkan Eropa dalam jumlah pemantau Eropa seperti Isaac Newton, Direktur Mint telah mengamati dengan perhatian.

Stabilitas telah datang ke dalam sistem dengan perbankan nasional yang menjamin untuk mengubah uang ke emas pada tingkat yang dijanjikan, belum ada mudah. Risiko Bank of England bencana keuangan nasional di 1730s ketika pelanggan meminta uang mereka akan berubah menjadi emas dalam waktu krisis. Akhirnya, pedagang London menyelamatkan bank dan bangsa dengan jaminan keuangan.

Langkah lain dalam evolusi mata uang koin berubah adalah satuan berat menjadi unit nilai. pembedaan bisa dibuat antara nilai komoditi dan nilainya secara tunai. Perbedaannya adalah nilai-nilai ini adalah seigniorage.

Uang adalah baik yang berfungsi sebagai alat tukar dalam transaksi. Klasik dikatakan bahwa uang berfungsi sebagai satuan hitung, penyimpan nilai, dan media pertukaran. Kebanyakan penulis menemukan bahwa dua yang pertama adalah properti yang tidak penting yang mengikuti dari ketiga. Bahkan, barang-barang lainnya sering kali lebih baik daripada uang di toko-toko antarwaktu karena nilai, karena sebagian besar menurunkan nilai uang dari waktu ke waktu melalui inflasi atau menggulingkan pemerintah.

Jadi uang bukanlah hanya potongan kertas. Ini alat tukar yang memfasilitasi perdagangan. Misalkan saya punya kartu hoki Wayne Gretzky bahwa saya ingin pertukaran untuk sepasang sepatu baru. Tanpa menggunakan uang, aku harus menemukan seseorang, atau kombinasi dari orang-orang yang memiliki sepasang sepatu untuk menyerah, dan hanya kebetulan mencari Wayne Gretzky kartu hoki. Cukup jelas, ini akan cukup sulit. Hal ini dikenal sebagai kebetulan ganda masalah keinginan.

Kebetulan dia ganda adalah situasi di mana pemasok yang baik yang ingin baik B dan pemasok yang baik baik A. B ingin Intinya adalah bahwa institusi uang memberikan kita pendekatan yang lebih fleksibel untuk berdagang daripada barter, yang kebetulan ganda ingin masalah. Juga dikenal sebagai kebetulan ganda keinginan.

Karena uang adalah alat tukar yang diakui, saya tidak harus menemukan seseorang yang memiliki sepasang sepatu baru dan sedang mencari kartu hoki Wayne Gretzky. Aku hanya perlu menemukan seseorang yang sedang mencari kartu Gretzky yang bersedia membayar uang yang cukup supaya aku bisa mendapatkan pasangan baru di footlocker. Ini adalah masalah yang jauh lebih mudah, dan dengan demikian hidup kita jauh lebih mudah, dan perekonomian kita lebih efisien, dengan adanya uang.


1. Barter

Pertama orang tidak membeli barang dari orang lain dengan uang. Mereka menggunakan barter. Barter adalah pertukaran barang pribadi nilai barang-barang lain yang Anda inginkan. Pertukaran seperti ini akan dimulai pada awal umat manusia dan masih digunakan sekarang. Dari 9,000-6,000 SM, ternak sering digunakan sebagai unit pertukaran. Kemudian, ketika pertanian dikembangkan, orang-orang menggunakan tanaman untuk barter. Sebagai contoh, saya bisa meminta petani lain untuk perdagangan setengah kilo apel untuk satu pon pisang.

2. Kerang

Pada sekitar 1200 SM. di Cina, cowry kerang menjadi media pertama pertukaran, atau uang. cowry telah menjabat sebagai uang sepanjang sejarah bahkan sampai pertengahan abad in

3. Uang logam pertama

Cina, dalam 1.000 SM, dihasilkan kerang cowry tiruan pada akhir Zaman Batu. Mereka dapat dianggap sebagai pengembangan asli logam mata uang. Selain itu, alat-alat terbuat dari logam, seperti pisau dan sekop, juga digunakan di Cina sebagai uang. Dari model ini, kami mengembangkan bulat hari ini koin yang kita gunakan sehari-hari. Koin Cina biasanya terbuat dari logam dasar yang memiliki lubang di dalamnya sehingga Anda bisa meletakkan koin bersama-sama untuk membuat sebuah rantai.

4. Perak

Pada sekitar 500 SM, keping perak adalah koin paling awal. Akhirnya pada waktunya mereka mengambil penampilan hari ini dan dicetak dengan banyak dewa dan kaisar untuk menandai nilai mereka. Koin ini pertama kali ditunjukkan pada Lydia, atau Turki, selama ini, tetapi metode yang digunakan berulang-ulang, dan diperbaiki lebih lanjut oleh Yunani, Persia, Macedonia, dan kekaisaran Romawi. Tidak seperti koin Cina, yang mengandalkan logam dasar, koin baru ini terdiri dari logam langka seperti perunggu, emas, dan perak, yang memiliki banyak nilai intrinsik.

5. Mata Uang Kertas

Pada tahun 118 SM, uang kertas dalam bentuk uang kulit digunakan di Cina. Satu-kaki persegi potongan kulit rusa putih bermata dalam warna yang hidup itu ditukar dengan barang. Hal ini diyakini menjadi awal dari jenis uang kertas.

Dari abad kesembilan pada abad kelima belas Masehi, di Cina, yang pertama mata uang kertas sebenarnya digunakan sebagai uang. Melalui periode ini jumlah mata uang yang parah menyebabkan inflasi melambung tinggi. Sayangnya, pada tahun 1455 penggunaan mata uang lenyap dari Cina. Masih peradaban Eropa tidak akan mata uang kertas selama bertahun-tahun.

Tahun 1535, walaupun mungkin jauh sebelum tanggal ini tercatat paling awal, untaian manik-manik yang terbuat dari kerang kerang, yang disebut wampum, digunakan oleh orang Indian Amerika Utara sebagai uang. Wampum berarti putih, warna cangkang kerang dan manik-manik

6. Emas

Tahun 1816, Inggris membuat emas patokan nilai. Ini berarti bahwa nilai mata uang yang dipatok terhadap sejumlah ons emas. Hal ini akan membantu untuk mencegah inflasi mata uang. AS melanjutkan standar emas pada tahun 1900.

Karena depresi tahun 1930-an, AS mulai sebuah gerakan seluruh dunia untuk mengakhiri mata uang untuk mengikat emas. Hari ini, beberapa negara nilai mata uang mereka dengan harga emas. Pemerintah lainnya dan lembaga keuangan sekarang mencoba untuk mengendalikan inflasi.

Saat ini, negara terus mengubah mata uang mereka. Sebagai contoh, AS telah mengubah $ 100 dan $ 20 uang kertas. Lebih banyak perubahan dalam karya-karya.


Perdagangan pada dasarnya berarti pertukaran barang, jasa, atau keduanya. Perdagangan juga disebut perdagangan. Wajah yang sebenarnya perdagangan barter, yang merupakan pertukaran langsung barang dan jasa. Hari ini umumnya pedagang bernegosiasi melalui media pertukaran, seperti uang, yang kemudian membuat membeli terpisah dari penjualan, atau penghasilan. Penemuan uang telah membuat perdagangan sederhana. Perdagangan antara dua pedagang disebut perdagangan bilateral, sementara perdagangan antara lebih dari dua pedagang disebut perdagangan multilateral.

Perdagangan ada karena berbagai alasan. Hal ini dapat disebabkan oleh spesialisasi dan pembagian kerja. Perdagangan antar daerah karena ada daerah yang berbeda memiliki keunggulan komparatif dalam produksi beberapa komoditi yang dapat diperdagangkan, atau karena daerah yang berbeda 'size membantu mendapatkan manfaat dari produksi massal.

Sejarah Uang:

Contoh pertama uang adalah benda-benda dengan nilai fundamental disebut uang komoditas dan termasuk semua umumnya-tersedia komoditas yang memiliki nilai intrinsik; historis termasuk langka contoh kulit kerang, gigi ikan paus, dan ternak. Irak pada abad pertengahan, roti ini digunakan sebagai bentuk awal uang.

Sejarah Perdagangan:

Perdagangan berasal dari zaman prasejarah. Itu adalah fasilitas utama prasejarah orang, yang menukar barang dan jasa dari satu sama lain ketika uang modern bahkan tidak pernah memikirkan. Peter Watson tanggal sejarah perdagangan jarak jauh dari sekitar 150.000 tahun yang lalu.

Perdagangan diyakini telah terjadi di seluruh banyak tercatat sejarah manusia. Bahan yang digunakan untuk pembuatan perhiasan itu diperdagangkan dengan Mesir sejak 3000 SM. Jarak jauh rute perdagangan pertama kali muncul di milenium ke-3 SM, oleh Sumeria di Mesopotamia ketika mereka diperdagangkan dengan Harappan peradaban Lembah Indus. Trading adalah sangat penting bagi perekonomian global. Dari awal peradaban Yunani dengan kejatuhan Kekaisaran Romawi pada abad ke-5, layak secara finansial perdagangan rempah-rempah yang berharga yang dibawa ke Eropa dari Timur Jauh, termasuk China.

Jatuhnya Kekaisaran Romawi, dan Kegelapan berhasil membawa rasa tidak aman ke Eropa Barat dan ujung dekat jaringan perdagangan. Namun beberapa perdagangan itu terjadi, Radhanites adalah kelompok pertengahan pedagang Yahudi yang diperdagangkan di antara orang Kristen di Eropa dan kaum muslim di Timur Dekat.

Sogdians memerintah di Timur-Barat yang dikenal sebagai rute perdagangan Jalan Sutera dari akhir abad ke-4 Masehi ke abad ke-8 Masehi.

Vikings dan Varangians juga diperdagangkan dari ke-8 ke abad ke-11 saat mereka berlayar dari dan ke Skandinavia. Viking berlayar ke Eropa Barat, sementara Varangians ke Rusia.

Vasco da Gama Spice ulang perdagangan Eropa pada tahun 1498. Sebelumnya kepada berlayar di sekitar Afrika, aliran rempah-rempah ke Eropa itu dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan Islam, khususnya Mesir. Perdagangan rempah-rempah adalah kepentingan ekonomi besar dan membantu mendorong Age of Exploration. Rempah-rempah dibawa ke Eropa dari negeri-negeri jauh ada beberapa komoditas yang paling berharga untuk berat badan mereka, kadang-kadang menyaingi emas.

Pada abad ke-16, Belanda adalah pusat perdagangan bebas, tidak memaksakan kontrol devisa, dan menganjurkan pergerakan bebas barang.

Tahun 1776, Adam Smith menerbitkan makalah "Sebuah Permintaan ke dalam Alam dan Penyebab dari Wealth of Nations". Makalah ini dikritik Merkantilisme, dan berpendapat bahwa spesialisasi ekonomi dapat menguntungkan negara-negara seperti halnya perusahaan. Sejak saat itu pembagian tenaga kerja dibatasi oleh ukuran pasar, ia mengatakan bahwa negara-negara yang memiliki akses ke pasar yang lebih besar akan bisa membagi tenaga kerja lebih efisien dan dengan demikian menjadi lebih produktif.

Depresi Hebat adalah keruntuhan ekonomi besar yang mengalir dari tahun 1929 sampai akhir 1930-an. Ada kemunduran besar dalam perdagangan dan indikator ekonomi lainnya selama periode ini.

Tidak adanya perdagangan bebas dianggap oleh banyak orang sebagai akar penyebab dari depresi. Hanya selama Perang Dunia II berakhir resesi di Amerika Serikat.

Mata uang dinar Romawi diperkenalkan sebagai uang standar yang lebih luas untuk memfasilitasi pertukaran barang dan jasa. Tahap pertama ini mata uang logam yang digunakan untuk mewakili nilai tersimpan.

Sebagai sistem uang komoditas berkembang dalam banyak kasus itu kemudian menjadi perwakilan uang.

Organisasi internasional

Common european Pasar

GATT = Perjanjian Umum mengenai Tarif dan Perdagangan

G8

IMF = International Monetary Fund
OPEC = Organisasi Negara Pengekspor Minyak.


Sejarah Uang Indonesia

Rupiah (Rp) adalah mata uang Indonesia (kodenya adalah IDR).

Nama ini diambil dari mata uang India rupee. Sebelumnya di daerah yang disebut Indonesia sekarang menggunakan gulden Belanda dari tahun 1610 sampai tahun 1817, ketika gulden Hindia-Belanda diperkenalkan.

Nama rupiah pertama kali digunakan secara resmi dengan dikeluarkannya mata uang rupiah jaman pendudukan Dai Nippon pada Perang Dunia II. Setelah perang selesai, Bank Jawa, pelopor Bank Indonesia, mengeluarkan Rupiah. Sedangkan Tentara Sekutu mengeluarkan Gulden Nica.

Sementara itu di daerah-daerah lain di di daerah yang sekarang disebut Indonesia, banyak beredar uang yang bertalian dengan aktivitas gerilya.

Pada tanggal 2 November, 1949 rupiah ditetapkan sebagai mata uang nasional. Di daerah kepulauan Riau dan Papua, kala itu masih digunakan mata uang lain. Baru pada tahun 1964 dan 1971 rupiah digunakan di sana.

Di daerah Timor Timur, rupiah digunakan dari tahun 1976 – 2001. Semenjak tahun 2001 sampai sekarang digunakan dolar AS.

sumber :

0 Response to "Sejarah Lengkap Penemuan dan Penggunaan Uang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel